Dimana dan kapan kita bisa mengadakan hubungan dengan Tuhan

Oleh : griyapucaksari | 29 Desember 2015 | Dibaca : 1196 Pengunjung

Jawabannya :
“Disini dan saat ini.”
Yang dimaksud disini adalah di dalam badan, di hati tempat Sang Atman bersemayam. Caranya dengan menerobos masum melewati 21 lapisan tubuh yang menyekat antara Tuhan dan Sang Atman. 21 lapisan tubuh dimaksud adalah :
1. Panca Jnandria (lidah, hidung, mata, telinga dan kulit),
2. Panca Taumatra (ganda / bau, rasa / lidah, rupa / warna, apasa / sentuhan, sabda / bunyi),
3. Panca Maha Butha (pertiwi / tanah, apah / air, teja / api, bayu / udara dan akasa),
4. Panca Maya Kosha (anna maya kosha / badan wadah, prana maya kosha / badan etherik, mono maya kosha / badan mental, jnana maya kosha/ badan kecerdasan, Ananda maya kosha / badan kebahagiaan) murnikan jiwa.
Lapisan-lapisan tersebut adalah lapisan kegelapan. Menyingkirkan kegelapan ialah dengan cara menghadirkan terang, karena gelap tidak pernah mau bersanding dengan terang. Menghadirkan terang adalah dengan cara mengucapkan om kara 21 kali.
Yang dimaksud saat ini adalah sekarang yaitu batas antara masa lalu dan masa depan. Pada saat ini atau sekarang Tuhan sebagai sang pencipta sedang bekerja melaksanakan tugas pemeliharaan  terhadap ciptaannya yaitu alam semesta beserta segala isinya termasuk manusia berdasarkan Rta (hukum). Saat ini Tuhan menetapkan pahala atas karma-karma masa lalu yang baik maupun yang buruk.
Dengan mengadakan hubungan dengan Yang Maha Kuasa seseorang akan mendapat kecerdasan secara rohani karena sang atman bertemu dengan sumbernya Yang Maha Cerdas.
Seseorang dapat dikatakan cerdas secara rohani apabila ia dapat memahami dan menyadari bahwa dirinya yang sejati bukanlah badan, bahwa dirinya yang sejati adalah Atman (percikan Tuhan). Orang yang cerdas secara rohani memiliki pengetahuan wiweka, yaitu bisa memilah dan memilih adanya dua hal yang berbeda (ruwa bineda) yang satunya adalah sifat-sifat Tuhan (Sang Pencipta) seperti kekal, benar suci, terang dan damai. Satunya lagi sifat-sifat ciptaannya seperti tidak kekal, tidak benar, tidak suci, gelap dan resah.


Oleh : griyapucaksari | 29 Desember 2015 | Dibaca : 1196 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :