KESABARAN MEMBAWA KESUBURAN

Oleh : griyapucaksari | 03 Januari 2020 | Dibaca : 15 Pengunjung

Petuah Kelasik yang sering kita dengar jika tampak berambisi memperoleh sesuatu, orangtua kita menasihati : “Sabarlah ! Orang yang sabar disayang TUHAN ! Memang setiap nasihat orangtua pasti mengandung kebenaran, oleh karena itu mari kita simak kisah di bawah ini.

Seorang laki bocah kecil bernama Tegar yang hidup dalam kemiskinan dengan lima saudaranya yang masih kecil tempak selalu ceria menghadapi kehidupan dalam keseharian. Kedua orang tuanya selalu menasehati untuk selalu bersabar dalam belajar dan bekerja. Tegar masih sekolah kelas enam SD di desa tempat tinggalnya.

Setiap hari setelah keluar dari sekolah, sehabis makan ia harus membantu orang tuanya untuk menambah biaya kebutuhan hidup keluarganya, walaupun orang tuanya tidak menginginkan anaknya harus ikut menanggung  beban yang dialami keluarganya.

Tegar selalu melakukan pekerjaan seperti buruh mengangkut batubata dari tempat pembuatan ke tempat pembakaranya, dari tempat pajangan ke truk pembeli atau pengangkut batu karang dari truk ke tempat pembakaran pembuatan kapur. Uang yang diperoleh dari ongkos berburuhnya diberikan ibunya untuk menambah biaya kebutuhan hidupnya sehar hari.

Walaupun di luar sekolah ia penuh aktivitas  namun ia takpernah melupakan tugas utamana sebagai siswa ia belajar dengn tekun dan rajin. Setip malam ia selalu didongengkan oleh kedua orang tuanya tentang kisah masa kecil keluarga Pandawa yang penuh dengan tantangan dan mendapat olok-olok dari keluarga korawa.Dalam kisah itu selalu anak-anak pandu itu diolok-olok oleh Duryodhana dan Dusasana serta-saudaranya terutam yang dibenci adalah Bima, tetapi Panca Pandawa dibwaah bibbingan yudhistira tetap Bersama menghadapi tingkah laku korawa yang selalu inggin mejerumuskan  Panca Pandawa. Yudhistira selalu menekankan kepada adik-adiknya supaya belajar memaafkan dan bersabar serta selalu menanamkan rasa cinta ksih kepada saudara saudara sepupu itu.

Kisah ini selalu melekat di hati tegar, sehiga ia tidak pernah dendam atau membenci kepada teman teman sekolah walaupun ia sering diejek, dihina bahkan difitnah, ia hanya diam saja dan selalu memaafkan teman-temannya dan selalu berdoa supaya teman-nya diampuni dan diberikan jalan yang benar oleh Ida Hyang Widhi Wasa. Keuletan dan ketekunan belajar serta kesabaran hati tegar menghadapi segala cobaan dan rintangan hidupnya dalam kemiskinan akhirnya membuahkan hasill yang subur, ia bersasl dalam menempuh ujuan akhir dengan nilai tertinggi di antara teman-temanya. Ucapan selamat bertaburan dari guru guru dan teman teman seklahnya diterima oleh tegar.

Kesabaran yang ditabur di lahan hati tegar oleh orang tuanya melalui kisah masakecil Panca Pandawa, ternyata sebagai pupuk memberikan kesuburan tumbuhnya bunga kasih saying dan sifat pemaaf di hati tegat.

Begitu pula kesabaran yang dimiliki oleh Sahadewa saat diajadikan tumbal atau kormab oleh Dewi Kunti yang diserahkan kepada Dewi Durga, ternyata kesabaran dan ketulus ikhlasan Sahdewa membuat dewa siwa memasuki tubuhnya, sehingga dewi durga tidak dapat berbuat banyak, bahkan beliau disupat oleh Sahadewa menjadi dewi uma. Demikian kesabaran panca pandawa terhadap tipu muslihat yang licik dari sejak anak-anak hingga peristiwa pembakaran istana kardus, permainan judi yang di didalangi oleh sakuni, pada akhirnya panca pandawa dapat memenagkan  perang Barata yudha, seperti dalam weda disebutkan, bahwa kebenaranlah pada akhirnya yang menang.


Oleh : griyapucaksari | 03 Januari 2020 | Dibaca : 15 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :