MAKNA SEBUAH MANTRA

Oleh : griyapucaksari | 06 Januari 2020 | Dibaca : 18 Pengunjung

Dalam setiap aktivitas pelaksanaan upacara Yadnya dalam Panca Yadnya salah satu komponen dari Panca Gita yang tak pernah absen dalam pelaksanaan Satwika Yadnya, yaitu alunan suara mantra yang diucapkan oleh pemuput  upacara. Mantra berasal dari akar kata ma, yang artinya Manama dan tra yang artinya menyelamatkan bila bermeditasi kepada. Mantra akan memberi keselamatan dari cengkeraman kehidupan dunia wai yang dirundung kematian kesedihan dan kesakitan.

Dari segi mistis nama benda sama nyatanya dengan benda itu sendiri, ucapan-ucapan yang dituliskan mempunyai potensi yang sama dengan di lafalkan. Kalau kita memanggil seseorang dengan berteriak, maka itu akan menimbulkan reaksi yang berbeda kalau kita memanggil seseorang dengan  ucapan lembut. Cara kita bicara akan memiliki kekuatan tersendiri untuk mempengaruhi lawan bicara kita secara psikologi.

Mantra adalah suatu kata khusus atau kalimat khusus yang memiliki potensi untuk mempengaruhi suatu pada suatu tingkat tertentu sesuai dengan jenis mantra tersebut.

Dalam Kundalini Yoga, mantra itu harus memiliki pengaruh sedemikian rupa, sehingga mampu meningkatkan posisi dali Kundalini. Selain itu, mantra diartikan sebagai proses pengasimilasian dan pengasosiasian ide yang berada di dalam mantra.

Sejauh mana sebuah mantra bermakna dan bekerja bila diucapkan, di bawah ini penuh petik kisah Swami Rama yamg menceritakan kisah nyatanya yang disampaikan Swam Rama dalam bukunya “ Living With The Himalayan Master “ ( kamajaya 1998 ).

Pata suatu hari Yogi memanjat sebuah pohon seorang diri. Tidak biasanya ia melakukan itu, tetapi kali ini rupanya ia ingin menunjukkan sesuatu padaku. Umur Yogi itu kurang lebih tujuh puluh tahun, tetapi ia memanjat pohon itu dengan amat mudah. Ada sekumpulan lebah pada pohon itu, tetapi Yogi itu tidak berusaha untuk menghindari lebah itu. Dari bawah aku berteriak “Suamiji, jangan ganggu lebah itu!” Aku menutup kepalaku sebab aku pikir lebah-lebah itu diganggu, maka lebah-lebah itu juga akan menyengatku karena lebah-lebah itu sangat berbahaya dan besar-besar.

Yagi itu mematahkan cabang Pohon dekat dengan lebah itu berada, tapi anehnya lebah itu tetap tenang. Sebelumnya yogi itu tampak berbicara dengan lebah itu. Kemudian Yogi itu turun dari pohon dan menyuruhku Memanjat pohon itu. Aku menolak untuk memanjat pohon itu dan berkata : “ Aku tidak memerlukannya. Aku bisa hidup tanpa itu. Dan aku melanjutkan, “ Aku kamu ingin agar aku memanjat, terlebih dahulu berikan aku mantra yang telah Melindungimu itu” Pada saat, itu aku sangat tertarik dengan mantra-mantra, karena aku ingin menujukan kepada orang-orang akan kemampuanku. Itulah tujuanku waktu itu.

Yogi berkata, bahwa kalau aku memanjat pohon itu maka ia akan mengatakan mantara itu kepadaku, sehingga aku pun setuju untuk naik pohon itu.

Setelah berada dekat sekumpulan lebah  itu. Yogi itu berkata dari bawah : “ Mendekatlah dan bicaralah dengan lebah-lebah itu dengan berhadapan muka. Katakan, aku ada di dekatmu dan aku tidak menganggumu. Janggan menggangguku ! “ (  Waktu itu yogi mengucapkan dalam bahasa Hindi, bahasa sehari-hari yang dipakai oleh Svami Rama ).

Aku berkata kepada yogi “ itu bukan mantra:. Dia menjawab, “Ucapkan saja, ucapkan kepada lebah itu. Bukalah bibirmu dan sampaikan kalimat tadi kepada lebah-lebah itu!? Lalu aku bertanya, : Bagaimana mungkin lebah itu mengerti bahasa hindi!”

Yogi itu menjawab, : Lebah itu mengerti bahasa hati, jadi lebah itu mengerti semua bahasa hati, jadi lebah itu mengerti semua bahasa, bicaralah dengan lebah itu !”.

Aku ragu tapi aku laksanakan juga apa yang di suruh yogi itu dan aku sangat gembira karena ternyata.... Oh lebah itu tidak menyengatku. Aku berkata, “ Swaniji, apakah lebah itu jinak ?”

Yogi itu tertawa dan berkata, jangan kamu katakan mantra ini kepada siapapun, kekuatan mantra itu hanya bekerja kalau kamu yang mengucapkannya. Jangan sampai lupa dengan pesanku ini !”.

Suatu waktu aku pergi ke suatu populasi penduduk, aku tinggal di sebuah kebun dan biasanya orang-orang akan datang melihatku. Waktu itu, aku masih sangat muda dan belum maju dan menginginkan pujian. Aku lalu memanjat pohon dan mengambil beberapa serangga dari suatu cabang tanpa aku tersengat sekalipun ini adalah kecakapan yang menyenangkan.

Ketika aku berada di Bhivani, Punjab, seseorang yang aku kenal baik berkata, “ Berilah saya sebuah mantra “. Aku setuju untuk memberikan mantara, bahwa mantra itu khusus diberikan kepadaku dan kekuatan mantra itu hanya bekerja untukku, bukan orang lain. Dan tanpa ragu menceritakan mantra untuk berbicara dengan lebah ( persis seperti yang diberikan oleh yogi itu ). Orang itu memanjat ke suatu cabangan pohon dan mengucapkan mantra yang kuberikan, trtapi celaka, mantra itu tidak bekerja. Lebah itu menyerangnya, ratusan lebah menyengatnya. Temanku jatuh dari pohon dan bersama beberapa teman kami membawanya ke rumah sakit, dia tidak sadarkan diri selama tiga hari. Aku sangat cemas memikirkanya, “Jangan-jangan aku membunuh orang itu “ Aku berdoa terus menerus agar temanku sembuh.

Pada hari ketiga aku sangat terkejut melihat kedatangan yogi yang dulu memberikan mantra itu ke remah sakit. Ia berkata kepadaku. “Apa yang kamu lakukan kamu hampirsaja membunuh seseorang. Biarlah ini menjadi pelajaran akhir untukmu. Besok pagi orangitu akan sembuh, tapi aku menarik kembali kekuatan  mantra yang pernah kuberikan kepadamu. Kamu tidakbisa menggunakan mantra itu lagi” Sejak saat itu lebih hati-hati.

Kata-kata dari seorang suci senjata memiliki efek seperti sebuah mantra. Jika seorangguru sejati mengatakan sesuatu padamu, terimalah kata-katanya sebagai sebuah mantra dan praktekkan.

Kisah nyata tersebut memberikan inspirasi, bahwa sebuah mantra yang diberikan oleh seseorang guru sejati akan penuh dengan kekuatan rohani. Prosea transmisi kekuatan rohani yang amat tinggi.

Karena itu terimalah dengan bhakti dan tulus mantra yang diberikan oleh seorang guru sejati. Efek mantra itu mungkin saja tidak kelihatan secara fisik, sebab mantra yang bekerja dengan sangat halus melalui tingkat jiwa yang amat dalam. Tetapi secara pasti mantra itu akan memperluas jiwa dan meningkatkan perkembangan rohani.

Demikian kisah ini juga memberi gambaran bagi kita, bahwa pengucap mantra harus didasari oleh ketulusan ikhlas dari hati yang paling dalam dan kesucian pikiran dan hati yang suci, sehingga mantra benar-benar dapat meluruskan dan menyelamatkan pikiran kita.


Oleh : griyapucaksari | 06 Januari 2020 | Dibaca : 18 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :