NASIHAT SEORAG KAKEK, KEWAJIBAN HARUS DIDASARI KEBENARAN

Oleh : griyapucaksari | 07 Januari 2020 | Dibaca : 47 Pengunjung

Malam itu, dingin sangat mencengkam anak-anak yang biasanya berkumpul mendengarkan dongeng dari kakenya. Tampak semuanya pakai selimut untuk melindungi tubuh masing-masing dari kedinginan. Seperti biasanya kakek yang tampak bijak, penuh senyuman namun tegas, dengan pancaran mata yang sejuk sarat dengan pengalaman  kehidupan melalui dongeng dongngnya, tetap hari ini cerita kake penuh dengan petuha-petuha tentang pelaksanaan kewajiban.

Anak-anak yang sedang mendengarkan dongeng dari orang tua yang semua rambut, alis, kumis dan jenggotnya memutih, tampak dengan serius memperhatikan apa yang dikatakan kakek. Kakek memberikan contoh-contoh tentang bagaimana melakukan kewajiban dengan baik dalam kehidupan. Seorang anak yang bernama Dharma bertanya “ Apa yang mendasari pelaksanaan kewajiban itu, kakek ?” Dengan senyuman kakek menjawab “wah pertanyaanmu bagus sekali nak. Kewajban harus didasari dengan kebenaran, dengan hati yang tulus ikhlas dan senang hati dan kewajiban yang dilakukan selalu ditunjukan untuk Beliau ( Sang Hyang Widhi Wasa ) !” Bila kewajiban dilakukan didasari dengan kebenaran tulus ikjlas dan senang hati, maka hasilnya akan baik dan menyenangkan. Apapun hasil yang kamu peroleh hendaknya di syukuri, karena hasil dari kewajiban yang dilaksanakan bukan kita yang menentukan, seperti apa yang tertulis dalam Bhagawad Gita II.47 ( mantra, 1967 ) yang bunyinya :

 Karmanya evadhikaras te

ma phalesu kadacana

ma kramaphalahetur bhur

ma te sango’stu akarmani

( Artinya : hanya pada pelaksanaan, engkau mempunyai hak dan tidak sama sekali pada hasilnya. Janganlah hasil dari pekerjaan itu menjadi alasanmu ; begitupun juga jangan membiarkan dirimu untuk tidak melakukan sesuatu pekerjaan apapun ).

Bima saudara Panca Pandawa yang kedua dengan tulud ikhlas melaksanakan kewajiban sebagai  seorang urid Guru Drona untuk mencari Tirta Kamandalu, tanpa memikirkan hasilnya yang penting tujuan kewajiban dan dengan ketulusan hatinya melaksanakan tugas yang diprintahkan oleh seorang guru, demikian pula Sahadewa dengan tulus ikhlas melakukan kewajiban yang diperintahkan oleh ibunya ( Dewi Kunti ) untuk menjadi  tumbal atau korban suci kepada Dewi Durga, namun dengan ketulusan  hatinya Sahadewa akhirnya Betara Siwa memberikan perlindugan dan bahkan Sahadewa dapat menyupat Dewi Durga menjadi Dewi Uma.

Kakek menyarankan anak-anak :  “ Anak-anak hrus tetap melaksanakan kewajiban atau pekerjaan tanpa hanya memikirkan hasilnya, jangan sampai engkau tidak melakukan kewajiban jika hasil yang diperoleh kecil.”

Setelah Dharma memperoleh jawaban dari pertanyaan, kemudian anak yang lain yang bernama Susila bertanya : “Kakek, bila kita mempunyai kewajiban lebih dari satu dalam waktu yang bersamaan yang manaharus  kita kerjakan lebih dahulu ?” . Kakek tetep tersenyum mendengarkan pertanyaan Susila, Kakek sembari menjawab : “ Kakek sangat senag mendengar pertanyaan anak-anak yang cerdas. “Ya, terkadang kita dihadapi oleh permasalahan untuk memilih dua atau lebih pekerjaan antau kewajiban yang berbeda yang herus dikerjakan dalam waktu yang bersamaan. “Kita harus melihat kewajiban itu dari segi kepentingannya dan waktu perencanaan sebelumnya, bila kepentingan sama, sama-sama untuk umum atau sama-sama kepentingan untuk diri sendiri, maka kita harus memiliki pelaksanaan kewajiban pemberitahuan atau rencana kewajiban yang lebih awal. Bila kewajibannya yang berbeda, hendaknya kita mendahulukan kewajiban kepentingan umum dari kepentingan diri sendiri, namun seringjuga kita dihadapi oleh kepentingan diri sendiri yang haris dilakukan bila dalam keadaan mendesak misalnya mengurus keluarga sakit. Tetapi yang jelas kita harus mengutamkan kewajiban kita dari kepentingan diri sendiri”.

Kakek mengakhiri nasihatnya dengan memberikan contoh dalam cerita Ramayana.  Rama lebih mementingkan kewajibanya untuk memenuhi janji seorang ayah dan perintah seorang ibu dari pada untuk kepentingan dirinya sendiri.


Oleh : griyapucaksari | 07 Januari 2020 | Dibaca : 47 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :