Filosoifi Dari Bermain Gambelan Benda yang Harmonis itu Indah dan Memberi Kedamaian

Oleh : griyapucaksari | 13 Februari 2020 | Dibaca : 55 Pengunjung

Dalam subuah organisasi seni tabuh terdiri dari berbagai macam perangkat alat-alat gambelan, yaitu Ketuk, cengceng, gangsa, kendang, jublag, jegokan, tromping, rebab reong gong dan lain sebagainya, bila setiap orang yang memainkan alat-alat yang berbeda dengan disiplin baik cara pemukulan, frekuensi pemukulan dan jenis suaranya yang berbeda namun dengan tujuan yang sama memeperoleh satu irama lagu tertentu dan kenikmatan yang sama yaitu sebuah keindahan, keindahan itu memeberi kebahagiaan dan kedamayan. Semua pemain gamelan yang dengan senang hati melakukan tugasnya masing-masing dengan disiplin akan memberikan hasil irama yang sangat menakjukan serta memeberi kekaguman, kebahagian dan kedamaian bagi siapa saja yang mendengarkan.

Kakek Wicaksana kemebali memberi tuntuanan dan nasihatnya saat kakek melatih cucunya belajar menabuh dengn peralatan music yang sangat sederhana juga dengan vokal atau akapella.

Walaupun kulit wajah kakek yang berkerut-kerut, namun memancarkan kebahagiaan yang dalama, bibirnya dengan lembut menambahkan sebuah tembaga  karawitan yang diawali dengan suara teropong : “ Endalelung.., ndaleloang…endolaling…Ndutdung..ndulung..ndolung..nditdedoling…ndatdalelang…Ndutdolelung..ndolelunglelung..kopak-kopak cedig..dig..Dig..dig juuuurrr. Nyatnyang nyingngyang-nyingnyang, Nyitnying nyungnyig nyungngying-nyungnying, nyutnyung Nyangnyung, nyangnyung-nyangnyung, nyitnyit Nyungnying nyungnying nyungnying kopak-kopak di.dig Endolang..endoling ndut endolung..ling lung juuurrrrrrrrr………….”.

Setelah mendengar akapella irama gangnya kakek, semua anak-anak memeberikan tepuktangan kepada kakek, kemudian Dharma mengajukan sebuah pertanyaan :” kek, apa yang harus kita perhatikan supaya bias belajar gambelan yang bagus ? Lalu kakek menjawab : “Pertanyaan kamu sangat baik ,begini nak, bila ingin belajar seni tubuh harus diawali dengan perasaa yang halus dan harus mampu menikmati irama gambelan dengan perasaanmu, sampai kamu terasa tertarik mempelajarinya. Dengan adanya niat dari lubuk hati yang paling dalam yang didasari rasa senang atau mencintainya. Kakek kirasemua ilmu seharusnya di dasari dengan rasa senang untuk memepelajariya ! “Selain itu apalagi kakek yang harus kita perhatikan ? Celetuk Susila. “Susila kamu anak yang cerdas, baik sekali prtanyaanmu itu” Jawab Kakek. Kakek menambahkan kepada cucunya, yang perlu diperhatikan adalah : Yang pertama harus dipisahkan. Kedua sebagai seorang pemain  alat gamelan harus mampu melakukan  tugas dengan baik sesuai dalam melakukan kewajiban. Keempat mejaga kekompakan diantara alat pemain gamelan yang lainnya. Kelima harus tahu irama lagu tujuan irama yang akan dihasilakan, dan janagan  lupa mengendalikan pikiranmu, sehingga kamu bias menjaga kekompakan tidak bole saling menyalahkan !.

Perlu juga pengendalian diri, jangan ingin supaya menonjol sendiri dari, jangan ingin supaya menonjol sendiri dari yang lainya karena sifat ego akan merusak irama lagu dan persahabatan tersebut. Dalam belajar seni tabuh perlu kesabaran yang tinggi. Bayak hal yang didapat bila betul-betul memperhatikan factor-faktor tersebut di atas “ .Satya selanjutnya menanyakan kepada kakek : “ kek, selain kita dapat menikmati  irama lagu gamelan yang kita inginkan, apa lagi manfaat belajar seni tabuh?” .”Wah, benar-benar anak-anak jaman sekarang kritis-kritis pemikiranya, anak-anakku banyak sekali manfaatnya. Belajar seni tabuh selain nantinya memperoleh ilmu seni dan keterampilan menabuh, juga merupakan hobi dalam bidang seni tabuh. Selain itu, anak-anak harus mengetahui, bahwa penyaluran hobi sesuai dengan kesenangan dapat menjadi salah satu pengobatan alternative, karena dengan penyaluran hobi dalam hal in hobi bias menabu menyebuhkan berbagai macam penyakit. Juga mengantarkan kalian menjadi seorang pakar, dapat mencapai puncak perestasi, sehingga akan memperloleh reptasi dalam bidang seni tabuh bila betul-betul digelut dengan senang hati dan serius.

Cucunya yang plaling kecil bernama Cerdasnya bertanya : “Kek, Jika saya dengar banyak gemulan yang berirama sedih, riang dan hikmad, bagaimana itu keke ??” Benarkatamu Cerdasana, anak cabe rawit tetapi otakmu canggih juga, nak !.

Begini nak, jenis irama lagu gambelan bermacam-macam disesuaikan dengan Besa ( tempat ), Kala ( waktu ) dan Patra ( keadaan ), sesuai dengan jenis upacara atau kegiatan yang diiringinya. Misalnya dalam keadaan berdua dalam Upacara Pitra Yadnya dipergunakan keletantangan contohnya ( Kakek berakapella ) : Nyang nying nyung nyang nying nying, nyang nying nyung nyang nying nying, Pak tuk pak tuk pak tung…tung nyang nyung nying nyung nyang nying nying nyung nyang nyung nyang nying nyang pung. Semua anak- anak mendengarkan dengan perasaan terharu dan terbawa kesedihan mengingat ada yang ibuny atelah meninggal. Kakek kemudian memberikan contoh lagi tetang gambelan yang digunakan dalam upcara Bhuta Yadnya : Tung ting, pur pur burr, nyang nyang nying nying nyung nyung nyang nying-nying nyung nyung nyung nying nying nyeng, pak cedug cedug cedug, pyang pyang pyong pyang pyang, ndang nding ndung ndung ding dung ding dang ndalelut ndalelut kapkak kpak dididit…….

Anak-anak mendengarkan  menjadi lebih semangat dan ambisius karena terbawa oleh suara gambelan yang membuat semangat dan keras.

Nah itulah cucu-cucuku beberapa jenis gambelan yang membawa nuansa perasaan bermacam-macam tergantung jenis irama gambelan tersebut, ada yang membuat hati kita tenang, himat atau khusuk, suci, ada pula yang membuat hati kita pilu dan terharu, tetapi ada pula  yang dapat membangkitan semangat kita.

Yang penting anak- anak ambillah makna dan filosofi dari setiap kegiatan apa yang kamu lakikan, seperti belajar seni tabuh ini kamu akan dapat melatih disiplin, konsentrasi , kesabaran , pengendalian diri, kekompakan dan menghargai perbedaan dan menjaganya dengan harmonis, namun mempunyai tujuan yang sama yaitu menciptakan keindahan yang memberikan kebahagiaan dan kedamaiaan untuk semuanya.

Ingatlah cucu-cucuku  : “Perbedaan yang harmonis itu memberikan keindahan dan kedamaian “. Oleh karena itu hargailah setiap perbedaan, kedamaian akan diperoleh bila menghargai perbedaan, Jagalah keharmonisan perbedaan yang ada !”.

Kakek mengakhiri nasihatnya dengan berakapella Bersama dengan anak-anaka dengan membagi tugasnya mamsing-masing, ada yang sebagai cengceng, ada pula yang sebagai kendang, ada sebagainya gong dan ada pula yang sebagai reong dan lain sebagainya. Terdengar dari kejauhan suara irama gong lelambatan akapella kakek dan cucu-cucunya mengiring terbitnya Dewi Ratih dari gerbang malam.

Irama ini mengusir kepenatan anak-anak setelah setengah hari ngayah membuat penjor hari piodalan di pura dalam rangka persiapan menyambut hari piodalan di pura kakhyangan Tig di desanya.


Oleh : griyapucaksari | 13 Februari 2020 | Dibaca : 55 Pengunjung


Berita Lainnya :

Lihat Arsip Berita Lainnya :